Terungkap! Deki Susanto Pemain Judi Ditembak Mati dari Jarak Dekat oleh Polisi di Solok
Fakta-fakta di balik kasus penembakan mati terhadap Deki Susanto di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, oleh seorang anggota Polri sedikit demi sedikit mulai tersingkap.
Pelaku penembakan diketahui anggota Polres Solok Selatan saat hendak menangkap Deki di kediamannya.
Belakangan terungkap, Deki diduga ditembak mati dari jarak dekat. Mirisnya, ia ditembak di hadapan istri dan anaknya yang berusia 3 tahun.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pergerakan Indonesia yang mendampingi keluarga Deki mengawal kasus ini.
Saat penangkapan berlangsung, anggota kepolisian diduga tidak memperkenalkan diri dan tidak memakai atribut kepolisian.
"Rombongan tiba-tiba langsung masuk ke rumah dan memburu Deki. Saat itu, istrinya histeris dan mengejar ke belakang," ujar Guntur Abdurrahman, salah satu anggota LBH yang mengawal kasus ini.
Deki sudah menyerah, namun kemudian ia lari ketakutan karena polisi menodongkan pistol ke arahnya.
Deki kemudian ditembak mengenai kepala bagian belakangnya. Setelah ia roboh, barulah polisi menembak ke udara sebanyak empat kali.
Masih menurut pihak keluarga yang disampaikan kepada LBH, Deki tidak ada melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, sebagaimana pemberitaan yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
"Bahwa pemberitaan yang beredar menyebutkan korban ditembak karena menyerang aparat adalah kabar yang tidak benar, karena faktanya saat itu korban melarikan diri dan ditembak pada kepala bagian belakang. karena terlilhat jelas pada rekaman video tidak ada luka tusuk ataupun luka bacok terhadap pelaku penembakan," tulis akun Instagram @pardi_reareo04.
Menurut Ketua Presidiun Indonesia Police Watch Neta S Pane, kasus itu bermula dari penangkapan tersangka Deki Susanto, buronan kasus penjudian yang juga diduga sering memalak warga.
"Dan dalam kasus Polsek Sungai Pagu ini, siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum dan bertindak semena mena harus diseret ke pengadilan, baik itu anggota polisi maupun anggota masyarakat yang anarkis," kata Neta.
